Jayawijaya, 13 September 2026 – Kepolisian mengidentifikasi dua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang diduga terlibat dalam penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Kedua orang tersebut berinisial PN dan KT dan saat ini berstatus daftar pencarian orang. Mereka disebut merupakan bagian dari kelompok Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya. Identitas keduanya diketahui setelah aparat mencocokkan rekaman panggilan video yang beredar dengan data serta ciri-ciri yang sebelumnya telah dimiliki kepolisian. Hasil pencocokan tersebut memperkuat penyelidikan untuk mengetahui keberadaan para terduga pelaku. Satgas Operasi Damai Cartenz kini melanjutkan pengejaran terhadap PN dan KT sekaligus mendalami kemungkinan keterlibatan anggota lain dalam penyerangan tersebut.
Penembakan terjadi di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, pada Rabu 9 September 2026 sekitar pukul 15.53 WIT. Tiga pegawai pemerintah daerah yang menjadi korban adalah Aprida Rapi, Albinus Mehan, dan Wili Mbuik. Mereka merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang saat kejadian sedang menjalankan tugas kedinasan. Rombongan sebelumnya melakukan kegiatan berkaitan dengan bantuan peternakan, pengecekan lahan cetak sawah, serta penyuluhan kepada masyarakat. Ketika dalam perjalanan kembali menuju Wamena, kendaraan yang mereka gunakan diduga dihadang kelompok bersenjata. Para korban kemudian diperintahkan turun sebelum dibawa ke bagian belakang kendaraan dan ditembak.
Berdasarkan keterangan awal saksi, kelompok yang melakukan penyerangan diperkirakan berjumlah sekitar delapan orang. Sebagian pelaku disebut membawa senjata api laras panjang, sedangkan anggota lainnya terlihat membawa senjata tajam. Setelah melakukan penembakan, kelompok tersebut meninggalkan lokasi sehingga aparat kemudian melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara. Polisi menemukan tiga selongsong peluru yang menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Dua di antaranya merupakan selongsong kaliber 5,56 milimeter yang lazim digunakan pada senjata api laras panjang, sementara satu lainnya berkaliber 9 milimeter. Temuan tersebut selanjutnya diperiksa untuk membantu mengungkap jenis senjata dan pihak yang diduga menggunakannya dalam penyerangan.
Perkembangan penting dalam penyelidikan muncul setelah beredar cuplikan panggilan video yang memperlihatkan sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan kelompok pelaku. Aparat kemudian menyandingkan wajah dan ciri fisik orang dalam rekaman tersebut dengan basis data kepolisian. Dari proses itulah PN dan KT berhasil diidentifikasi sebagai dua orang yang sebelumnya sudah masuk dalam daftar pencarian. Identifikasi tersebut tidak serta-merta menghentikan penyelidikan karena polisi masih memburu anggota lain yang diduga berada di lokasi ketika penembakan terjadi. Informasi dari saksi dan bukti yang ditemukan di lapangan terus dikembangkan untuk memetakan peran masing-masing orang. Aparat juga berupaya mengetahui lokasi persembunyian kelompok agar proses penegakan hukum dapat dilakukan.
Rekam jejak PN dan KT menjadi perhatian karena keduanya diduga bukan pertama kali terlibat dalam aksi kekerasan bersenjata di Papua. Kepolisian menyebut kedua orang tersebut memiliki keterkaitan dengan penembakan ketika Festival Budaya Lembah Baliem berlangsung di Kabupaten Jayawijaya pada 8 Agustus 2026. Peristiwa itu menyebabkan dua warga sipil mengalami luka tembak. Keterlibatan dalam kasus tersebut menjadi salah satu alasan keduanya sebelumnya sudah masuk dalam radar aparat keamanan. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan peran masing-masing terduga pelaku. Penyelidikan dilakukan dengan menggabungkan informasi dari berbagai peristiwa kekerasan yang mempunyai dugaan keterkaitan dengan kelompok yang sama.
PN dan KT juga diduga mempunyai keterkaitan dengan kasus penyanderaan pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens di Kabupaten Nduga. Penyanderaan terhadap pilot berkewarganegaraan Selandia Baru tersebut bermula pada 7 Februari 2023 setelah pesawat yang diterbangkannya mendarat di Lapangan Terbang Paro. Philip kemudian berada dalam penyanderaan selama lebih dari satu tahun sebelum akhirnya dibebaskan pada 21 September 2024. Kasus tersebut sebelumnya menjadi salah satu operasi penanganan keamanan yang mendapat perhatian luas karena berlangsung dalam waktu panjang. Dugaan keterlibatan PN dan KT dalam perkara itu kini kembali menjadi bagian dari pendalaman aparat. Rekam jejak tersebut memperkuat perhatian terhadap keberadaan keduanya setelah nama mereka kembali muncul dalam penyelidikan penembakan di Jayawijaya.
Satgas Operasi Damai Cartenz menilai rangkaian kekerasan yang melibatkan kelompok bersenjata memberikan dampak langsung terhadap masyarakat sipil. Penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian menjadi perhatian karena para korban sedang menjalankan kegiatan pelayanan pemerintah ketika diserang. Mereka tidak sedang menjalankan operasi keamanan, melainkan melaksanakan tugas yang berkaitan dengan program pertanian dan peternakan untuk masyarakat. Kondisi tersebut membuat aparat meningkatkan upaya menjaga keamanan bagi warga maupun aparatur pemerintah yang harus menjalankan pelayanan di sejumlah distrik. Polisi juga mendalami motif penyerangan untuk mengetahui alasan kelompok bersenjata memilih rombongan tersebut sebagai sasaran. Setiap informasi yang diperoleh dari saksi terus dikembangkan untuk memperjelas kronologi dan pergerakan kelompok sebelum maupun sesudah kejadian.
Sebagai tindak lanjut, penambahan kekuatan personel dilakukan di Wamena dan sejumlah kawasan yang dinilai membutuhkan pengamanan lebih ketat. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung operasi pencarian terhadap PN, KT, dan anggota kelompok lainnya. Aparat berupaya memastikan pengejaran tidak mengganggu kegiatan masyarakat yang tetap harus berjalan. Pengamanan juga menjadi penting untuk mencegah kemungkinan terjadinya aksi kekerasan lanjutan setelah penembakan tiga pegawai pemerintah tersebut. Informasi mengenai pergerakan kelompok terus dikumpulkan dari hasil penyelidikan dan pemantauan di lapangan. Masyarakat yang mengetahui keberadaan orang-orang yang dicari juga diharapkan dapat memberikan informasi kepada aparat tanpa mengambil tindakan sendiri.
Kasus tersebut sekaligus menambah daftar insiden keamanan yang terjadi di wilayah Jayawijaya dalam beberapa waktu terakhir. Penembakan pada Festival Budaya Lembah Baliem dan serangan terhadap pegawai pemerintah memperlihatkan ancaman keamanan masih menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan serius. Aparat berupaya mengedepankan proses penegakan hukum terhadap orang-orang yang telah teridentifikasi terlibat dalam tindak kekerasan. Pada saat bersamaan, perlindungan terhadap masyarakat sipil menjadi perhatian agar kegiatan ekonomi, pelayanan pemerintah, pendidikan, dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu berkepanjangan. Pemerintah daerah juga membutuhkan kondisi keamanan yang memadai untuk menjalankan berbagai program pembangunan hingga ke wilayah distrik. Karena itu, koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat setelah insiden tersebut.
Pengejaran terhadap PN dan KT kini menjadi salah satu fokus penyelidikan Satgas Operasi Damai Cartenz. Identifikasi melalui rekaman panggilan video memberikan petunjuk tambahan bagi aparat untuk mempersempit pencarian terhadap kedua DPO tersebut. Polisi juga masih mengembangkan informasi mengenai sekitar enam orang lain yang diduga bersama kelompok pelaku ketika penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian terjadi. Rekam jejak PN dan KT dalam sejumlah perkara sebelumnya akan menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap keseluruhan jaringan dan peran mereka. Aparat menegaskan proses penegakan hukum akan terus berjalan sambil mempertahankan pengamanan di Jayawijaya. Upaya tersebut diharapkan dapat mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab sekaligus mencegah terulangnya serangan terhadap masyarakat sipil maupun aparatur pemerintah di Papua Pegunungan.





