Lagu “Nonton Bioskop” karya Benyamin Sueb menyoroti sisi sederhana dari kehidupan masyarakat Betawi dan rakyat Indonesia pada umumnya. Benyamin, dengan gaya khasnya yang jenaka dan penuh humor, mengangkat kegiatan hiburan sehari-hari sebagai refleksi sosial. Lagu ini dirilis di masa ketika bioskop menjadi salah satu sarana hiburan utama yang membawa warga kota untuk sejenak melupakan kesibukan dan tekanan hidup.
Nuansa Musik
Musik lagu ini memadukan elemen musik Betawi, dangdut, dan pop lokal yang ringan dan menghibur. Ritme yang ceria dan lirik yang mudah diingat membuat lagu ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia, baik tua maupun muda. Suara Benyamin yang khas menambah warna humor dalam setiap bait lirik, sehingga pesan sosial tersampaikan tanpa terasa menggurui.
Makna Lirik
“Nonton Bioskop” menyampaikan pesan sederhana tentang kesenangan rakyat kecil:
-
Menghargai kesenangan sederhana, seperti menonton film di bioskop bersama teman atau keluarga, sebagai bentuk pelarian dari rutinitas dan kesibukan sehari-hari.
-
Menyindir gaya hidup yang berlebihan, dengan menekankan bahwa kebahagiaan tidak harus mahal atau mewah—hiburan sederhana pun bisa membawa kebahagiaan nyata.
-
Cerminan budaya Betawi dan urban, di mana kegiatan seperti nonton bioskop menjadi momen sosial sekaligus hiburan yang mendekatkan komunitas.
Resonansi dengan Pendengar
Pendengar menyukai lagu ini karena menyampaikan nostalgia dan humor yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lagu ini sering diputar di pertunjukan panggung, radio lokal, dan acara keluarga, karena menghibur sekaligus memberikan pesan moral tentang kesederhanaan.
Popularitas dan Pengaruh
“Nonton Bioskop” menegaskan kejeniusan Benyamin Sueb dalam mengangkat kehidupan rakyat biasa menjadi karya seni yang menghibur dan reflektif. Lagu ini tetap relevan sebagai simbol hiburan rakyat yang sederhana, namun penuh makna, dan menjadi bagian penting dari warisan musik Betawi.
Kesimpulan
Lagu “Nonton Bioskop” bukan sekadar hiburan, tetapi juga cermin kehidupan masyarakat urban Betawi. Melalui lirik jenaka dan musik yang ceria, Benyamin Sueb mengajarkan bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dalam kesederhanaan, dan hiburan rakyat memiliki nilai sosial serta emosional yang tinggi.