Jakarta, 9 Mei 2026 – Korsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah di Indonesia. Banyak kasus kebakaran terjadi akibat kesalahan instalasi maupun penggunaan perangkat listrik yang tidak sesuai standar sehingga memicu percikan api dan merambat dengan cepat ke seluruh bagian rumah.
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah penggunaan stop kontak bertumpuk atau colokan berlebihan pada satu sumber listrik. Kebiasaan menyalakan banyak perangkat sekaligus dalam satu terminal dapat membuat kabel dan colokan mengalami panas berlebih hingga memicu korsleting.
Selain itu, penggunaan kabel listrik yang sudah rusak atau terkelupas juga menjadi penyebab umum kebakaran rumah. Kabel yang tidak segera diganti berpotensi menimbulkan percikan api, terutama apabila terkena air atau berada di area lembap.
Pengamat keselamatan listrik menjelaskan bahwa instalasi listrik yang tidak sesuai standar juga sangat berbahaya. Banyak rumah menggunakan kabel dengan kapasitas di bawah kebutuhan daya listrik sehingga sistem menjadi mudah panas ketika digunakan dalam waktu lama.
Kesalahan lain yang sering diabaikan adalah membiarkan alat elektronik tetap menyala atau terhubung ke listrik dalam waktu lama tanpa pengawasan. Charger ponsel, setrika, dispenser, hingga perangkat dapur yang lupa dicabut dapat meningkatkan risiko korsleting apabila terjadi gangguan arus listrik.
Selain faktor instalasi, penggunaan peralatan listrik berkualitas rendah juga dinilai berisiko tinggi. Produk tanpa standar keamanan yang jelas sering tidak memiliki sistem perlindungan terhadap panas berlebih atau lonjakan arus listrik.
Petugas pemadam kebakaran mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah, terutama pada bangunan lama yang kabelnya sudah digunakan bertahun-tahun. Pemeriksaan berkala dinilai penting untuk mencegah kerusakan tersembunyi yang dapat memicu kebakaran sewaktu-waktu.
Masyarakat juga dianjurkan menggunakan jasa teknisi listrik resmi dan bersertifikat saat melakukan pemasangan atau perbaikan instalasi listrik. Langkah tersebut dinilai lebih aman dibanding melakukan modifikasi sendiri tanpa pengetahuan teknis yang memadai.
Dengan meningkatnya penggunaan perangkat elektronik di rumah tangga modern, kesadaran terhadap keamanan listrik menjadi semakin penting. Pencegahan sederhana seperti tidak menumpuk colokan, mematikan alat yang tidak digunakan, dan rutin mengecek instalasi dapat membantu mengurangi risiko kebakaran rumah akibat korsleting listrik.






