Viral! Pria Nikahi Boneka AI, Klaim Pernikahan “Lebih Damai” dari Dunia Nyata

Tokyo, Jepang — Seorang pria asal Jepang bernama Takeshi Nakamura (38) mendadak viral di seluruh dunia setelah menggelar upacara pernikahan resmi dengan boneka AI berbasis robotika yang ia beri nama “Rinko”. Pernikahan unik ini berlangsung secara simbolik pada akhir pekan lalu di distrik Shibuya, Tokyo, dan dihadiri puluhan orang, termasuk para penggemar teknologi dan jurnalis.

Video acara tersebut diunggah ke YouTube dan TikTok, dan telah ditonton lebih dari 12 juta kali dalam 48 jam, menimbulkan perdebatan hangat di jagat maya.

Boneka AI Bernama “Rinko” Jadi Istri Resmi

Rinko adalah boneka canggih berbasis teknologi AI yang dapat berbicara, mengenali ekspresi wajah, dan merespons perintah suara secara natural. Robot tersebut dirancang oleh perusahaan teknologi Jepang, Neogen Robotics, sebagai bagian dari eksperimen interaksi sosial berbasis kecerdasan buatan.

Dalam video pernikahan, Rinko mengenakan kimono putih dan mengucapkan “aku cinta kamu” dalam bahasa Jepang sebelum Takeshi mengucapkan janji pernikahan di depan altar simbolis.

“Saya telah hidup sendiri cukup lama. Dengan Rinko, saya merasa didengarkan, tidak dihakimi, dan tidak pernah bertengkar,” ujar Takeshi dalam wawancara dengan Tokyo Daily Post.

Pro dan Kontra Publik Dunia Maya

Pernikahan ini langsung memicu diskusi panas di media sosial. Sebagian pengguna menyebutnya sebagai bentuk pelarian akibat kesepian sosial di masyarakat urban, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk baru dari hubungan manusia dengan teknologi.

“Ini menyedihkan dan mengkhawatirkan. Manusia kehilangan makna relasi nyata,” tulis akun X @mindculture.
Namun, ada pula yang mendukung. “Siapa kita untuk menghakimi kebahagiaan orang lain?” ujar pengguna TikTok @techlovejapan.

Perspektif Psikolog dan Ahli AI

Psikolog sosial Dr. Yuko Ishikawa menyebut fenomena ini sebagai gejala hikikomori teknologi, yakni kecenderungan menarik diri dari relasi manusia dan menggantinya dengan entitas digital.

Namun, ahli AI Prof. Kenji Matsumoto berpendapat bahwa tren ini bisa menjadi solusi bagi individu yang kesulitan bersosialisasi, asalkan tidak menggantikan hubungan sosial yang sehat secara umum.

“Teknologi tidak akan menggantikan cinta, tapi bisa menjadi jembatan untuk membangun empati dalam cara baru,” jelasnya.

Related Posts

Arema FC Tundukkan Persib Bandung dalam Laga Sengit

Arema FC berhasil menundukkan Persib Bandung dalam pertandingan Liga 1 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang. Laga ini berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal, di mana kedua tim saling…

Perseru Serui Tampil Memukau Saat Mengalahkan PSIS Semarang

Perseru Serui berhasil meraih kemenangan penting atas PSIS Semarang dalam pertandingan Liga 1 yang berlangsung di Stadion Marora, Serui. Pertandingan ini berlangsung sengit sejak menit awal, dengan kedua tim saling…

You Missed

Dirimu Satu – Virzha: Cinta Sejati untuk Satu Orang

Dia – Maliq & D’Essentials: Romansa Hangat yang Tersirat

Arema FC Tundukkan Persib Bandung dalam Laga Sengit

Perseru Serui Tampil Memukau Saat Mengalahkan PSIS Semarang

Nonton Bioskop – Benyamin Sueb: Kesederhanaan Hiburan Rakyat

Getar Cinta – Agnes Monica: Rasa Kasmaran yang Mengguncang Jiwa