
Jakarta – Aktris, produser, dan pebisnis muda Prilly Latuconsina kembali membuat gebrakan besar dalam industri perfilman Indonesia dengan meluncurkan serial thriller psikologis terbaru berjudul “Bayang-Bayang”, yang akan tayang secara eksklusif di platform Netflix Asia mulai November 2025.
Serial ini merupakan hasil kolaborasi Prilly melalui rumah produksinya, Rumah Produksi Sinemaku Pictures, bersama tim penulis naskah dari Korea Selatan dan sinematografer pemenang penghargaan dari Jepang. Serial 8 episode ini digadang-gadang sebagai proyek thriller lokal berstandar global pertama yang mengusung tema gangguan mental dan identitas palsu di lingkungan elite Jakarta.
Sinopsis: Dua Wajah, Satu Kenyataan
“Bayang-Bayang” berkisah tentang seorang psikolog muda bernama Dr. Raya Kinasih (diperankan oleh Prilly sendiri), yang menangani kasus misterius seorang pasien dengan delusi identitas ganda. Seiring terapinya berlangsung, Raya justru terseret ke dalam jejaring rahasia keluarga pasien yang menyimpan trauma masa kecil dan manipulasi keuangan kelas atas.
Cerita berkembang menjadi konflik psikologis bertingkat, di mana realitas, mimpi, dan halusinasi saling bercampur, menciptakan atmosfer menegangkan dan penuh kejutan di tiap episode. Serial ini juga menyentuh isu kesehatan mental, pelecehan emosional, dan ilusi kesempurnaan sosial di media digital.
“Ini bukan sekadar drama. Ini tentang kerapuhan manusia yang disembunyikan di balik topeng sosial,” ungkap Prilly saat konferensi pers peluncuran trailer pertama serial ini.
Pemeran & Tim Kreatif: Sinergi Talenta ASEAN
Selain Prilly, serial ini dibintangi oleh aktor papan atas seperti:
-
Arifin Putra sebagai pengacara misterius dengan rahasia kelam
-
Christine Hakim sebagai psikiater senior yang menyimpan dokumen rahasia
-
Dian Sastrowardoyo (cameo) sebagai ibu dari pasien utama di episode kilas balik
-
Aktor tamu dari Korea Selatan: Lee Joo-hyun, sebagai profiler internasional
Serial ini disutradarai oleh Timo Tjahjanto, dikenal lewat film “The Night Comes for Us”, dan menggandeng penulis naskah dari “Kingdom” Korea untuk membangun narasi non-linear yang mendalam dan penuh ketegangan.
Respon Positif dan Target Pasar Global
Trailer resmi “Bayang-Bayang” yang dirilis di kanal YouTube Netflix Indonesia pada 15 Juli lalu telah ditonton lebih dari 4 juta kali dalam 24 jam, dan mendapat pujian karena visual kelam, scoring mencekam, serta akting intens dari Prilly yang tampil jauh dari karakter biasanya.
Netflix Asia menyatakan bahwa “Bayang-Bayang” akan menjadi serial unggulan Asia Tenggara untuk kuartal akhir 2025, dan akan dipromosikan di wilayah Jepang, Korea, Singapura, Malaysia, Australia, hingga UEA.
“Ini saatnya konten Indonesia naik kelas. Cerita yang berani, produksi yang canggih, dan isu global yang relevan,” ujar Andrew Lim, Head of Content Netflix SEA.
Pendorong Perubahan Industri dan Literasi Mental
Prilly juga menyatakan bahwa ia menulis sebagian besar karakter Raya berdasarkan riset dengan psikolog klinis dan survivor trauma. Ia berharap serial ini mampu mendorong literasi kesehatan mental di Indonesia, yang selama ini masih kerap disalahpahami atau dianggap tabu.
Sebagai bentuk konkret, Prilly bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia untuk mengadakan:
-
Diskusi daring & nonton bareng untuk komunitas kampus dan SMA
-
Kelas online gratis tentang mengenali gejala gangguan kejiwaan
-
Donasi sebagian keuntungan serial untuk program “Kesehatan Jiwa Remaja Indonesia”
Penutup
Dengan “Bayang-Bayang”, Prilly Latuconsina membuktikan dirinya tidak hanya sebagai aktris papan atas, tetapi juga sebagai visioner di balik layar yang mampu membawa kisah-kisah lokal ke panggung internasional. Serial ini bukan hanya tontonan, tapi cermin gelap dari realitas sosial yang sering kita hindari.
Saat industri hiburan Indonesia mulai menembus batas global, Prilly berdiri di garis depan sebagai simbol bahwa talenta lokal, jika diberikan ruang dan kebebasan berekspresi, bisa menghasilkan karya setara dunia.