Pathfinder: Wrath of the Righteous — RPG Epik tentang Iman, Kekuasaan, dan Pilihan Moral di Tengah Perang Dimensi

Pendahuluan

Dirilis pada September 2021 oleh Owlcat Games, Pathfinder: Wrath of the Righteous adalah RPG isometrik berbasis Pathfinder tabletop system (versi 1e), penerus spiritual dari Pathfinder: Kingmaker. Game ini mengangkat tema besar seperti iblis, mitologi, dan kekuatan supranatural dalam skala yang sangat besar. Dianggap sebagai salah satu RPG paling kompleks dan mendalam dari dekade ini, Wrath of the Righteous menawarkan kebebasan membangun karakter, pilihan naratif bercabang, serta sistem Mythic Path yang mengubah total jalannya cerita dan kekuatan Anda.


Latar Cerita: Perang Salib di Antara Dunia

Pemain berperan sebagai Commander, individu luar biasa yang memperoleh kekuatan supranatural di tengah konflik besar antara bangsa manusia dan invasi iblis dari Abyss. Wilayah tempat Anda berada, Worldwound, adalah celah antar dimensi yang memungkinkan gerombolan iblis memasuki dunia fana.

Setelah kekuatan Mythic misterius bangkit dalam diri sang Commander, ia menjadi sosok kunci dalam Fifth Crusade, dan harus memilih bagaimana menggunakan kekuatan tersebut: sebagai cahaya harapan, sebagai tiran ilahi, atau sebagai entitas di luar akal sehat.


Mythic Paths: Jalan Ilahi yang Menentukan Takdir

Salah satu fitur paling ikonik dari Wrath of the Righteous adalah Mythic Path—sistem yang memungkinkan pemain mengambil salah satu dari berbagai jalur kekuatan luar biasa, seperti:

  • Angel – cahaya dan keadilan ilahi

  • Demon – kekuatan mentah dan kemarahan iblis

  • Lich – necromancer abadi

  • Aeon – penegak kosmik waktu dan hukum

  • Trickster – manipulasi realitas dan keberuntungan

  • Azata – semangat bebas, puisi, dan revolusi

  • Legend – menolak semua kekuatan supernatural demi potensi manusia murni

  • Swarm-That-Walks, Gold Dragon, dan lainnya — termasuk beberapa rahasia

Setiap jalur bukan hanya memberi kekuatan dan skill baru, tapi juga mengubah percabangan cerita, penampilan karakter, hubungan antar NPC, hingga ending dunia.


Gameplay: Sistem D20 Terlengkap dalam Video Game

Berbasis pada Pathfinder 1e ruleset, game ini memiliki:

  • Lebih dari 25 kelas dasar (dengan puluhan archetype masing-masing)

  • 12 ras, termasuk Tiefling, Aasimar, Dhampir

  • Sistem alignment klasik (LG hingga CE) yang memengaruhi pilihan naratif

  • Multiclassing, feats, prestige class, dan skill-based progression

Sistem ini memungkinkan pemain menciptakan karakter unik yang benar-benar kompleks—dari paladin bersayap hingga necromancer berdarah malaikat.

Game ini bisa dimainkan dalam Real-Time with Pause atau Turn-Based Mode, tergantung preferensi strategi pemain.


Strategi Militer: Manajemen Tentara dan Perang Skala Besar

Sebagai Commander dari Fifth Crusade, pemain juga mengatur operasi militer skala besar:

  • Rekrut tentara dan jenderal

  • Bangun benteng dan pos pertahanan

  • Lakukan strategi perang di peta dunia

  • Pimpin pertempuran berbasis grid mirip game strategi klasik

Meski bukan aspek utama, sistem ini menyatu erat dengan cerita dan menunjukkan bagaimana keputusan militer memengaruhi hasil kampanye dan hubungan dengan faksi lainnya.


Cerita dan Narasi: Kompleks, Gelap, dan Penuh Nuansa

Cerita Wrath of the Righteous tidak sekadar perang baik melawan jahat. Ia menantang asumsi pemain tentang kebaikan absolut, kejahatan yang diwariskan, dan kebebasan terhadap takdir. NPC dan companion diwarnai oleh trauma, dogma, dan konflik internal.

Beberapa companion menonjol antara lain:

  • Camellia: aristokrat yang menyimpan rahasia gelap

  • Wenduag: pejuang dari dunia bawah yang bisa menjadi pengkhianat atau sekutu setia

  • Lann: setengah manusia yang mencoba menjadi simbol persatuan

  • Arueshalae: succubus yang meninggalkan Abyss demi cinta dan keselamatan jiwa

Pilihan pemain bisa membuat mereka jatuh cinta, berubah haluan, atau bahkan mengkhianati Anda di akhir.


Dunia dan Visual

Meski menggunakan engine Unity dan tampilan isometrik klasik, dunia Wrath of the Righteous kaya akan variasi estetika:

  • Kota-kota suci yang hancur

  • Biara kegelapan

  • Benteng setan melayang

  • Reruntuhan kuno yang menyimpan kebenaran dunia

Musik epik, voice acting dalam momen penting, dan atmosfer religius-fantastik yang kuat menciptakan nuansa yang khas dan menggugah.


Reaktivitas Dunia dan Ending Beragam

Keputusan Anda, baik dalam percakapan kecil maupun pertempuran besar, akan membentuk dunia:

  • Apakah Anda akan membebaskan kota atau membiarkannya hancur?

  • Akankah Anda menyelamatkan ras monster atau memusnahkannya?

  • Bisakah Anda menebus iblis? Atau akan bergabung dengan mereka?

Akhir game bisa sangat berbeda: dari pengangkatan sebagai dewa baru, penaklukan dunia, penyatuan ras, hingga kehancuran realitas itu sendiri.


Kesimpulan

Pathfinder: Wrath of the Righteous adalah RPG hardcore yang memadukan kompleksitas sistem tabletop dengan kedalaman narasi dan pilihan moral bercabang. Bagi pecinta RPG dengan keinginan membentuk dunia berdasarkan filosofi pribadi—apakah Anda pemimpin suci, tiran iblis, atau manusia biasa yang menolak semua kekuatan—game ini menawarkan pengalaman yang tak tertandingi. Ini bukan hanya tentang perang melawan iblis, tapi tentang perang batin menentukan apa artinya menjadi pahlawan dalam dunia yang koyak.

Related Posts

PUBG Mobile: Menguasai Map untuk Menjadi Juara

Untuk meraih kemenangan dalam PUBG Mobile kompetitif di tahun 2025, penguasaan peta adalah kunci. Setiap peta memiliki karakteristik unik yang memengaruhi strategi permainan. Berikut adalah panduan untuk menguasai peta-peta utama…

Counter-Strike 2: Map “Dust2” Menjadi Meta Baru untuk Headshot di Tahun 2025

Counter-Strike 2 (CS2) terus berinovasi dengan pembaruan-pembaruan yang memengaruhi dinamika permainan. Salah satu perubahan signifikan terjadi pada map Dust2, yang kini menjadi favorit baru bagi para pemain yang mengandalkan akurasi…

You Missed

Dirimu Satu – Virzha: Cinta Sejati untuk Satu Orang

Dia – Maliq & D’Essentials: Romansa Hangat yang Tersirat

Arema FC Tundukkan Persib Bandung dalam Laga Sengit

Perseru Serui Tampil Memukau Saat Mengalahkan PSIS Semarang

Nonton Bioskop – Benyamin Sueb: Kesederhanaan Hiburan Rakyat

Getar Cinta – Agnes Monica: Rasa Kasmaran yang Mengguncang Jiwa