Ichinomiya, 24 September 2026 – Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia akan menghadapi China pada partai final Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Kamis (24/9). Pertandingan perebutan medali emas tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang. Indonesia memastikan tempat di final setelah menundukkan Thailand dengan skor 3-1 pada semifinal sehari sebelumnya. Sementara China melangkah ke pertandingan puncak setelah mengalahkan India dengan skor yang sama. Duel tersebut menjadi kesempatan Indonesia untuk kembali meraih emas nomor beregu putra setelah penantian panjang.
Perjalanan Indonesia pada semifinal sempat diawali dengan hasil kurang menguntungkan. Jonatan Christie yang turun sebagai tunggal pertama kalah dari Kunlavut Vitidsarn melalui dua gim, 17-21 dan 14-21. Hasil tersebut membuat Indonesia tertinggal 0-1 dari Thailand. Namun, skuad Merah Putih mampu memberikan respons pada pertandingan berikutnya. Tiga kemenangan beruntun kemudian memastikan Indonesia membalikkan keadaan menjadi 3-1.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi pasangan yang membuka kebangkitan Indonesia pada partai kedua. Mereka mengatasi Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul dan membuat kedudukan kembali seimbang. Alwi Farhan kemudian membawa Indonesia berbalik unggul setelah menundukkan Puritat Arre dengan skor 21-15 dan 21-13. Tiket menuju final akhirnya dipastikan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Ganda putra tersebut mengalahkan Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga dengan skor 21-15 dan 21-13.
China datang ke pertandingan final setelah melewati India dengan kemenangan 3-1 pada semifinal. Pertemuan Indonesia dan China sekaligus mempertemukan dua negara dengan sejarah panjang di nomor beregu putra Asian Games. Indonesia telah lima kali merebut medali emas nomor tersebut, yakni pada 1962, 1970, 1978, 1994, dan 1998. China memiliki tujuh gelar dari nomor beregu putra. Catatan tersebut membuat pertemuan kedua tim kembali menjadi salah satu pertandingan penting dalam rangkaian bulu tangkis Asian Games 2026.
Indonesia dan China sebelumnya sudah lima kali berhadapan pada final beregu putra Asian Games. Indonesia memenangi pertemuan di partai puncak pada 1978 dan 1998, sedangkan China menjadi juara ketika keduanya bertemu pada final 1974, 1982, dan 2018. Pertandingan kali ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk mengakhiri penantian gelar beregu putra sejak 1998. Namun, hasil akhir akan ditentukan oleh performa para pemain pada setiap partai. Komposisi pemain dan strategi penempatan tunggal maupun ganda akan menjadi bagian penting dalam duel tersebut.
Skuad beregu putra Indonesia di Asian Games 2026 diperkuat Jonatan Christie, Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, dan Muhamad Yusuf untuk sektor tunggal. Pada sektor ganda terdapat Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Nikolaus Joaquin, serta Amri Syahnawi. Kedalaman skuad tersebut memberikan sejumlah alternatif dalam menentukan susunan pemain. Final beregu dapat berlangsung hingga lima partai apabila kedua tim terus berbagi kemenangan. Karena itu, kesiapan seluruh pemain akan menjadi faktor penting sepanjang pertandingan.
Pertandingan Indonesia melawan China dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB pada Kamis, 24 September 2026. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi tim beregu putra Indonesia untuk menambah koleksi medali emas Asian Games sekaligus mengakhiri penantian selama 28 tahun pada nomor ini. China di sisi lain akan berusaha mempertahankan catatan kuatnya di nomor beregu putra. Dengan kedua tim sama-sama melewati semifinal melalui kemenangan 3-1, persaingan di partai puncak berpotensi berlangsung ketat. Indonesia kini tinggal melewati satu pertandingan terakhir untuk menentukan warna medali yang dibawa pulang dari nomor beregu putra.





