Sukabumi – Seorang pendaki lokal asal Sukabumi, Dede Saputra (34), tidak menyangka pendakian rutinnya di kawasan Pegunungan Halimun Salak berubah menjadi penemuan luar biasa. Dalam ekspedisinya bersama tiga rekannya pada akhir pekan lalu, mereka menemukan sebuah gua tersembunyi yang belum tercatat dalam peta wisata maupun data Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).
Gua tersebut terletak di lereng yang curam, tertutup rimbunnya vegetasi dan hanya bisa diakses melalui jalur kecil tak bertanda. Yang mengejutkan, di dalam gua itu ditemukan sejumlah pahatan kuno di dinding batu, menyerupai simbol atau tulisan prasejarah, serta sisa-sisa benda logam yang diduga artefak.
“Kami awalnya hanya cari tempat berteduh karena hujan deras. Tapi begitu masuk, suasananya benar-benar beda. Ada ukiran aneh di dinding dan batu pipih yang seperti altar,” ujar Dede kepada awak media.
Penemuan ini langsung dilaporkan kepada pihak berwenang. Tim ahli dari BPCB Banten dan arkeolog Universitas Indonesia pun turun tangan untuk meninjau lokasi dan mengambil dokumentasi awal. Menurut hasil pemeriksaan sementara, simbol-simbol di dalam gua menunjukkan kemungkinan hubungan dengan budaya megalitikum lokal yang belum banyak diteliti di kawasan Jawa Barat.
Pemerintah daerah Sukabumi menyatakan siap mendukung penelitian lanjutan dan berharap penemuan ini bisa menambah daya tarik wisata sejarah di daerah tersebut, sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pelestarian situs budaya.
“Ini bisa jadi temuan besar bagi sejarah lokal kita. Tapi yang terpenting, gua ini harus dilindungi dari perusakan atau eksploitasi liar,” tegas Kepala Dinas Kebudayaan Sukabumi.