Jakarta, 15 September 2026 – Ivan Gunawan mengungkap pengalaman berbeda ketika terlibat dalam film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu. Figur publik yang akrab disapa Igun tersebut mengaku baru dalam proyek ini dirinya merasa benar-benar menjalani proses sebagai seorang aktor. Meski sebelumnya beberapa kali muncul dalam produksi layar lebar maupun program hiburan, pengalaman kali ini dinilai jauh lebih serius karena menuntut pendalaman karakter dan emosi. Ia harus mengikuti arahan sutradara, memahami cerita, serta membangun hubungan dengan karakter lain agar penampilannya terasa alami. Proses tersebut memberikan tantangan tersendiri karena dunia akting bukan bidang utama yang selama ini membesarkan namanya. Pengalaman itu sekaligus membuka kesempatan bagi Ivan untuk menunjukkan sisi lain dari perjalanan kreatifnya.
Selama ini Ivan Gunawan lebih dikenal luas sebagai desainer, presenter, dan figur hiburan dengan karakter yang kuat. Kemunculannya di berbagai program televisi membuat publik terbiasa melihat dirinya tampil spontan dan membawa kepribadian sendiri di depan kamera. Situasi tersebut berbeda dengan film karena seorang pemain harus meninggalkan sebagian karakter pribadinya untuk menjalankan tokoh sesuai kebutuhan cerita. Perbedaan itulah yang membuat proses syuting Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu memberikan pengalaman baru bagi Ivan. Ia tidak sekadar hadir sebagai dirinya sendiri atau menjadi bagian tambahan dari sebuah adegan. Ivan harus memahami alasan di balik tindakan dan dialog karakter yang dipercayakan kepadanya.
Pendalaman emosi menjadi salah satu tantangan yang dirasakan selama proses produksi. Film dengan tema hubungan keluarga membutuhkan ekspresi yang mampu menyampaikan kedekatan, kehilangan, kasih sayang, dan berbagai konflik secara meyakinkan. Pemain tidak cukup hanya menghafalkan dialog karena emosi harus muncul sesuai perkembangan cerita. Ivan berusaha mengikuti arahan yang diberikan agar setiap adegan dapat terasa lebih natural. Proses tersebut membuat dirinya semakin memahami bahwa akting membutuhkan konsentrasi dan persiapan yang berbeda dari pekerjaan sebagai presenter. Pengalaman di depan kamera memang membantunya lebih nyaman, tetapi kebutuhan membangun karakter tetap menjadi tantangan tersendiri.
Ivan juga harus menyesuaikan diri dengan ritme produksi film yang berbeda dengan program televisi. Satu adegan dapat direkam berulang kali untuk mendapatkan ekspresi, dialog, pergerakan, serta sudut pengambilan gambar yang sesuai. Pemain harus mampu mempertahankan emosi meskipun pengambilan gambar dilakukan beberapa kali. Kontinuitas juga perlu dijaga agar ekspresi dan gerakan tetap sesuai ketika gambar dari beberapa pengambilan kemudian digabungkan. Kondisi tersebut menuntut kesabaran serta kemampuan mengikuti instruksi secara detail. Bagi Ivan, pengalaman seperti itu membuat proses akting terasa lebih serius dibandingkan kemunculannya dalam proyek hiburan sebelumnya.
Keterlibatan dalam Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu juga memberikan kesempatan kepada Ivan untuk belajar dari pemain lain. Interaksi antarpemain menjadi bagian penting karena kualitas sebuah adegan tidak hanya bergantung pada kemampuan satu orang. Respons terhadap dialog, tatapan, gerakan tubuh, dan jeda dapat memberikan pengaruh terhadap kekuatan sebuah adegan. Ivan harus membangun komunikasi dengan lawan main agar hubungan antarkarakter dapat terlihat meyakinkan. Proses latihan dan diskusi sebelum pengambilan gambar membantu dirinya memahami kebutuhan setiap adegan. Pengalaman tersebut membuatnya semakin melihat akting sebagai pekerjaan yang membutuhkan kolaborasi kuat.
Tema keluarga yang dibawa film tersebut turut menjadi alasan proses akting terasa emosional. Cerita mengenai hubungan seorang ibu dengan orang-orang terdekatnya memberikan ruang bagi para pemain untuk mengeksplorasi berbagai perasaan. Ivan harus menyesuaikan penampilannya agar tetap berada dalam nada cerita yang ingin disampaikan. Ia tidak dapat menggunakan gaya spontan yang biasanya muncul ketika menjadi presenter karena karakter dalam film memiliki batas dan latar belakang tersendiri. Setiap respons harus tetap konsisten dengan perkembangan tokoh. Tantangan tersebut membuat dirinya merasa benar-benar memasuki dunia akting secara lebih mendalam.
Pengalaman panjang Ivan di industri hiburan tetap memberikan sejumlah keuntungan ketika menghadapi kamera. Ia telah terbiasa bekerja dengan kru, pencahayaan, jadwal produksi, dan berbagai situasi yang membutuhkan improvisasi cepat. Kepercayaan diri ketika berada di lokasi syuting juga bukan sesuatu yang sepenuhnya baru baginya. Namun, film menuntut jenis konsentrasi yang berbeda karena setiap adegan menjadi bagian dari rangkaian cerita yang saling terhubung. Kesalahan dalam memahami karakter dapat memengaruhi kesinambungan cerita secara keseluruhan. Karena itu, Ivan berusaha lebih disiplin mengikuti skenario dan arahan selama produksi.
Keterlibatan Ivan dalam film tersebut juga memperlihatkan keinginannya terus mengeksplorasi bidang kreatif di luar pekerjaan yang selama ini identik dengan namanya. Kariernya telah berkembang dari dunia mode menuju televisi dan berbagai aktivitas hiburan lainnya. Film memberikan ruang berbeda karena hasil kerja akan tersimpan sebagai karya yang dapat ditonton kembali dalam waktu panjang. Kesempatan tersebut membuat proses syuting memiliki arti tersendiri bagi Ivan. Ia dapat melihat kemampuan dirinya dari perspektif baru sekaligus mengetahui bagian yang masih perlu dipelajari. Pengalaman pertama merasa benar-benar menjadi aktor tersebut dapat menjadi modal apabila dirinya kembali menerima proyek film pada masa mendatang.
Meski demikian, Ivan tidak serta-merta meninggalkan aktivitasnya di bidang lain setelah mendapatkan pengalaman akting tersebut. Dunia mode tetap menjadi bagian penting dari identitas profesionalnya, sementara televisi juga telah lama menjadi ruang tempat dirinya dikenal masyarakat. Akting dapat menjadi tambahan dalam perjalanan kreatif yang selama ini dijalaninya. Keputusan untuk menerima proyek berikutnya dapat bergantung pada cerita dan karakter yang ditawarkan. Pengalaman dalam Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu membuat dirinya kini memiliki gambaran lebih jelas mengenai tuntutan sebuah produksi film. Ia juga semakin memahami besarnya kerja yang dilakukan para aktor di balik setiap adegan.
Film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu pada akhirnya memberikan pengalaman baru bagi Ivan Gunawan dalam perjalanan panjangnya di industri hiburan. Untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar menjalani proses akting dengan tuntutan karakter, emosi, dan disiplin produksi yang lebih mendalam. Pengalaman sebagai presenter memang membuatnya terbiasa berada di depan kamera, tetapi memainkan karakter menghadirkan tantangan yang berbeda. Melalui proses tersebut, Ivan belajar mengikuti ritme cerita, membangun interaksi dengan lawan main, serta mempertahankan emosi dalam setiap pengambilan gambar. Keterlibatannya juga menjadi kesempatan bagi publik melihat kemampuan Ivan di luar dunia mode dan televisi. Proyek tersebut membuka babak baru yang memperluas pengalaman kreatifnya sebagai figur yang telah lama berkecimpung di industri hiburan Indonesia.






