Makassar, 12 Juni 2026 – Aparat kepolisian menangkap seorang pria lanjut usia yang merupakan pemilik warung di Kota Makassar terkait dugaan tindak pencabulan terhadap puluhan murid sekolah dasar. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dan melakukan serangkaian penyelidikan terhadap dugaan peristiwa tersebut. Kasus ini menjadi perhatian publik karena jumlah korban yang diduga terlibat cukup banyak dan seluruhnya merupakan anak-anak. Kepolisian menegaskan proses hukum akan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan perlindungan terhadap hak-hak korban.
Menurut keterangan kepolisian, penyidik masih terus mendalami laporan yang menyebutkan dugaan pencabulan terhadap 32 murid sekolah dasar. Proses pemeriksaan dilakukan dengan mengumpulkan keterangan dari korban, saksi, keluarga, serta pihak-pihak lain yang memiliki informasi terkait perkara tersebut. Aparat juga berkoordinasi dengan instansi yang menangani perlindungan perempuan dan anak untuk memastikan proses pemeriksaan berlangsung sesuai prosedur yang berlaku. Seluruh dugaan yang disampaikan masih akan diverifikasi melalui proses penyidikan dan pembuktian hukum.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, kepolisian juga memberikan perhatian terhadap kondisi para korban. Pendampingan psikologis, pemeriksaan kesehatan, serta perlindungan identitas korban menjadi bagian penting dalam penanganan perkara yang melibatkan anak. Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan identitas maupun informasi pribadi korban demi menghindari trauma lanjutan dan melindungi hak-hak anak. Pendekatan yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak menjadi prioritas selama proses hukum berlangsung.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap lingkungan tempat anak beraktivitas. Para orang tua, pihak sekolah, serta masyarakat diharapkan memperkuat komunikasi dan memberikan edukasi kepada anak mengenai pentingnya menjaga keselamatan diri serta berani melaporkan apabila mengalami atau mengetahui tindakan yang tidak pantas. Lingkungan yang peduli dan responsif dinilai dapat membantu mencegah terjadinya kekerasan maupun pelecehan terhadap anak. Peran bersama seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak.
Sejumlah pemerhati perlindungan anak menilai penanganan perkara seperti ini harus dilakukan secara cepat, sensitif terhadap korban, dan tetap menghormati prinsip-prinsip hukum yang berlaku. Aparat penegak hukum diharapkan mampu mengusut perkara secara menyeluruh berdasarkan alat bukti yang sah, sekaligus memastikan korban memperoleh pendampingan yang memadai selama proses peradilan. Di sisi lain, asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung hingga terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Pendekatan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara perlindungan korban dan kepastian hukum.
Kepolisian menyatakan penyelidikan masih terus berkembang, termasuk kemungkinan adanya tambahan saksi maupun bukti lain yang dapat memperjelas rangkaian peristiwa. Aparat juga membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait perkara tersebut untuk memberikan keterangan guna membantu proses penyidikan. Setiap informasi yang diterima akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Transparansi penanganan perkara diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
Penangkapan pemilik warung di Makassar terkait dugaan pencabulan terhadap puluhan murid sekolah dasar menjadi langkah awal dalam proses pengungkapan kasus yang kini masih terus didalami oleh kepolisian. Melalui penyidikan yang profesional, perlindungan maksimal terhadap korban, serta penegakan hukum yang objektif, diharapkan seluruh fakta dapat terungkap secara jelas dan proses peradilan dapat memberikan keadilan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Perlindungan terhadap anak tetap menjadi tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.






