Warga Bone Bisa Dapat Rumah Rp 173 Juta, Ini Deretan Perumahannya

Jakarta, 9 Mei 2026 – Masyarakat Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, masih memiliki peluang mendapatkan rumah subsidi dengan harga sekitar Rp173 juta. Sejumlah perumahan tipe 36 yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah masih tersedia dengan spesifikasi yang cukup layak untuk hunian keluarga kecil.

Beberapa perumahan yang masuk dalam daftar rumah subsidi tersebut antara lain Aliyah Residence 2, Wipalona 2, Griya Ayu Majang 2, Kya Residence 2 Tahap 3, hingga Lona Residence 2. Seluruh rumah rata-rata memiliki luas bangunan sekitar 36 meter persegi dengan luas tanah mulai dari 72 hingga 75 meter persegi.

Mayoritas rumah dilengkapi dua kamar tidur dan satu kamar mandi sehingga dinilai cukup untuk pasangan muda maupun keluarga kecil. Dari sisi material bangunan, sebagian besar menggunakan rangka baja ringan, atap spandek, dinding bata merah, lantai keramik, serta fondasi batu gunung atau batu kali.

Program rumah subsidi seperti ini menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama dengan harga yang lebih terjangkau dibanding rumah komersial. Pemerintah melalui skema rumah subsidi terus mendorong pembangunan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah di berbagai daerah Indonesia.

Pengamat properti menjelaskan bahwa rumah tipe 36 masih menjadi pilihan favorit karena harganya relatif terjangkau dan cicilan KPR lebih ringan. Selain itu, tipe rumah seperti ini dinilai cukup fleksibel untuk dikembangkan kembali apabila pemilik ingin melakukan renovasi di masa depan.

Di tengah kenaikan harga properti di sejumlah kota besar, keberadaan rumah subsidi dengan harga sekitar Rp173 juta dinilai masih cukup menarik, terutama bagi masyarakat daerah yang ingin memiliki hunian pribadi dengan dukungan program pembiayaan pemerintah.

Pemerintah juga terus mendorong pengembang menyediakan hunian terjangkau melalui program subsidi dan fasilitas pembiayaan rumah rakyat. Langkah tersebut diharapkan membantu masyarakat memiliki akses hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti nasional.

Masyarakat yang tertarik membeli rumah subsidi di Bone diimbau memastikan syarat kepemilikan, status subsidi, serta proses pengajuan KPR sebelum melakukan transaksi agar proses pembelian berjalan aman dan sesuai ketentuan.

Related Posts

Strategi Adaptif Areum Parc Hadapi Tekanan Ekonomi, Rilis Dua Klaster untuk Menjawab Kebutuhan Pasar Properti

Tangerang, 30 Juli 2026 – Areum Parc mengambil langkah adaptif menghadapi tekanan ekonomi dan perubahan perilaku konsumen dengan meluncurkan dua klaster baru yang dirancang untuk menjangkau kebutuhan pasar properti yang…

Jangan Mudah Terpikat Promosi Perumahan, Konsumen Perlu Cermat Periksa Janji Pengembang

Jakarta, 28 Juli 2026 – Masyarakat yang berencana membeli rumah perlu lebih cermat menghadapi berbagai strategi promosi yang ditawarkan pengembang perumahan. Harga menarik, bonus fasilitas, potongan biaya, hingga gambaran kawasan…

You Missed

KPK Periksa Bebizie sebagai Saksi Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar Rita Widyasari

KPK Periksa Bebizie sebagai Saksi Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar Rita Widyasari

Prabowo Dorong Investasi Besar di Sektor Pendidikan untuk Perkuat Riset dan Inovasi Nasional

Prabowo Dorong Investasi Besar di Sektor Pendidikan untuk Perkuat Riset dan Inovasi Nasional

Pembersihan TPS Liar di Jakarta Timur Dipercepat, Pengangkutan Sampah Dimulai Pascainsiden Petugas Damkar

Pembersihan TPS Liar di Jakarta Timur Dipercepat, Pengangkutan Sampah Dimulai Pascainsiden Petugas Damkar

Anak Tengah Tewaskan Sekeluarga di Jakut Dituntut 15 Tahun Penjara

Anak Tengah Tewaskan Sekeluarga di Jakut Dituntut 15 Tahun Penjara

Strategi Adaptif Areum Parc Hadapi Tekanan Ekonomi, Rilis Dua Klaster untuk Menjawab Kebutuhan Pasar Properti

Strategi Adaptif Areum Parc Hadapi Tekanan Ekonomi, Rilis Dua Klaster untuk Menjawab Kebutuhan Pasar Properti

Prabowo Tegaskan Pamong Praja Bukan Sekadar Jabatan, Pengabdian Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Prabowo Tegaskan Pamong Praja Bukan Sekadar Jabatan, Pengabdian Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat