Jakarta, 7 September 2026 – Kementerian Pariwisata terus memperluas jejaring bisnis industri pariwisata Indonesia dengan mitra di India melalui penyelenggaraan Sales Mission Pune 2026. Kegiatan yang berlangsung di Crowne Plaza Pune City Centre pada 4 September 2026 tersebut mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan agen perjalanan dan operator tur potensial dari Pune serta wilayah sekitarnya. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat penetrasi Wonderful Indonesia di salah satu pasar wisatawan mancanegara yang dinilai memiliki prospek besar. Pertemuan bisnis tersebut tidak hanya diarahkan untuk mempromosikan destinasi, tetapi juga menghasilkan kerja sama konkret antara penjual dari Indonesia dan pembeli dari India. Dari rangkaian pertemuan yang berlangsung, Kemenpar mencatat potensi transaksi sekitar Rp12,8 miliar atau setara 721.100 dolar AS. Potensi tersebut diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 1.582 kunjungan wisatawan India ke berbagai destinasi Indonesia.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan penguatan kolaborasi dengan pelaku industri India akan terus dilakukan agar Indonesia semakin dikenal sebagai destinasi pilihan wisatawan negara tersebut. Kerja sama tidak hanya menyasar agen perjalanan dan operator tur, tetapi juga maskapai penerbangan, platform perjalanan daring, serta berbagai perusahaan yang berhubungan langsung dengan perjalanan wisata. Jaringan tersebut dianggap penting karena keputusan wisatawan dalam memilih destinasi sangat dipengaruhi ketersediaan paket perjalanan dan kemudahan akses. Kemenpar ingin semakin banyak produk wisata Indonesia masuk ke dalam katalog yang ditawarkan perusahaan perjalanan India. Dengan begitu, pilihan perjalanan menuju Indonesia tidak hanya terpusat pada satu atau dua destinasi yang selama ini sudah populer. Strategi tersebut sekaligus diharapkan mampu menjaga pertumbuhan kunjungan wisatawan India secara berkelanjutan.
Sales Mission Pune 2026 merupakan kelanjutan dari partisipasi Indonesia dalam Internationale Tourismus-Börse India atau ITB India 2026 yang berlangsung di Mumbai pada 1–3 September. Pada pameran tersebut, Indonesia menargetkan potensi sekitar 6.600 wisatawan dengan nilai transaksi mencapai Rp58,45 miliar melalui berbagai pertemuan bisnis antarpelaku industri kedua negara. Setelah mengikuti pameran di Mumbai, promosi kemudian diperluas ke Pune untuk menjangkau pasar yang mempunyai karakter berbeda. Kombinasi antara pameran berskala internasional dan sales mission memungkinkan pelaku industri Indonesia membangun hubungan bisnis secara lebih langsung dengan calon mitra. Pendekatan tersebut juga memberikan kesempatan untuk memahami kebutuhan wisatawan India berdasarkan wilayah asal mereka. Pemerintah menilai strategi yang lebih spesifik seperti ini diperlukan agar promosi dapat menghasilkan transaksi nyata dan bukan sekadar meningkatkan eksposur destinasi.
Sebanyak 12 perusahaan dan pelaku industri pariwisata Indonesia dibawa dalam Sales Mission Pune 2026. Mereka terdiri atas destination management company, hotel, operator tur, hingga pelaku usaha restoran yang menawarkan berbagai produk kepada mitra bisnis India. Destinasi yang diperkenalkan mencakup Jakarta, Bali, kawasan Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Raja Ampat, Batam-Bintan, Borneo, Lombok, serta sejumlah kawasan lain yang dikembangkan dalam strategi Beyond Bali. Ragam produk tersebut memberikan kesempatan kepada agen perjalanan India untuk menyusun paket sesuai karakter konsumennya. Wisatawan dapat memilih perjalanan keluarga, bulan madu, wisata premium, perjalanan kelompok, hingga pengalaman berbasis alam dan budaya. Keberagaman produk menjadi salah satu modal Indonesia untuk bersaing mendapatkan perhatian wisatawan India di tengah banyaknya destinasi internasional yang aktif melakukan promosi.
Bali masih menjadi destinasi Indonesia yang paling kuat menarik perhatian pasar India dalam kegiatan tersebut. Namun, minat terhadap kawasan Borobudur-Yogyakarta-Prambanan serta Gili-Lombok juga terlihat cukup besar. Kondisi itu menjadi peluang bagi pemerintah dan pelaku industri untuk memperluas perjalanan wisatawan India ke luar destinasi yang selama ini paling dikenal. Paket perjalanan yang menggabungkan beberapa kota atau kawasan dapat meningkatkan lama tinggal sekaligus memperluas perputaran belanja wisatawan. Pengembangan pola perjalanan semacam ini juga dapat membuat manfaat ekonomi pariwisata tersebar ke lebih banyak daerah. Kemenpar karena itu mendorong industri menawarkan produk yang tidak hanya menarik dari sisi destinasi, tetapi juga mudah dipasarkan oleh mitra perjalanan di India. Kemampuan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar menjadi faktor penting agar promosi berujung pada pembelian paket wisata.
Pemilihan Pune sebagai lokasi sales mission didasarkan pada potensi ekonomi dan karakter pasar perjalanan di kota tersebut. Pune merupakan salah satu pusat industri, teknologi informasi, pendidikan, dan jasa di negara bagian Maharashtra yang mempunyai kelompok masyarakat dengan kemampuan perjalanan internasional cukup kuat. Maharashtra sendiri merupakan salah satu pusat ekonomi terbesar di India dan memiliki basis konsumen yang luas. Pertumbuhan kelas menengah serta peningkatan daya beli membuat perjalanan ke luar negeri semakin menjadi bagian dari pola konsumsi masyarakat perkotaan India. Potensi tersebut membuat Kemenpar tidak hanya mengandalkan Mumbai, New Delhi, dan Bengaluru dalam kegiatan pemasaran. Kota-kota dengan perkembangan ekonomi kuat seperti Pune mulai mendapatkan perhatian lebih besar sebagai sumber wisatawan potensial.
Pasar India mempunyai posisi strategis bagi pariwisata Indonesia karena jumlah perjalanan wisata ke luar negeri dari negara tersebut terus berkembang. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan India ke Indonesia tercatat mencapai sekitar 734.490 perjalanan, meningkat 3,42 persen dibandingkan 710.688 kunjungan pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut memberikan dasar bagi pemerintah untuk memperluas promosi pada 2026 dengan menyasar segmen yang lebih beragam. Selain wisata keluarga dan bulan madu yang selama ini cukup kuat, Indonesia juga menawarkan perjalanan premium, MICE, wellness tourism, wisata alam, budaya, serta berbagai acara internasional. Karakter pasar India yang besar membuat peningkatan kecil dalam pangsa pasar dapat menghasilkan tambahan kunjungan dalam jumlah signifikan. Karena itu, Kemenpar menempatkan India sebagai salah satu pasar prioritas dalam strategi pemasaran pariwisata internasional.
Konektivitas menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan dalam memperbesar kunjungan wisatawan dari India. Paket wisata yang menarik perlu didukung penerbangan yang mudah, waktu perjalanan kompetitif, serta koneksi domestik menuju destinasi lanjutan setelah wisatawan tiba di Indonesia. Pemerintah juga mendorong penyediaan informasi perjalanan dan keimigrasian yang mudah dipahami calon wisatawan. Dalam rangkaian ITB India 2026 sebelumnya, aspek konektivitas dan kemudahan perjalanan menjadi bagian yang ikut diperkenalkan kepada industri setempat. Upaya tersebut penting terutama untuk memasarkan destinasi di luar Bali yang membutuhkan penerbangan lanjutan atau kombinasi moda transportasi. Semakin sederhana perjalanan yang dapat ditawarkan agen wisata, semakin besar peluang destinasi Indonesia masuk ke dalam paket yang dipasarkan kepada konsumen India.
Pertemuan bisnis secara langsung juga memberikan manfaat bagi pelaku industri Indonesia untuk memperoleh gambaran mengenai tren pasar yang sedang berkembang. Agen perjalanan India dapat menyampaikan kebutuhan konsumennya mulai dari jenis akomodasi, makanan, durasi perjalanan, aktivitas, hingga kisaran anggaran. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan perusahaan Indonesia untuk merancang produk yang lebih sesuai dengan permintaan pasar. Hubungan bisnis yang terbentuk juga memungkinkan kedua pihak melakukan komunikasi setelah kegiatan selesai dan mengembangkan transaksi secara berkelanjutan. Kemenpar menilai model business-to-business menjadi salah satu cara efektif untuk mengubah promosi destinasi menjadi penjualan nyata. Karena itu, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur berdasarkan jumlah pertemuan, tetapi juga potensi wisatawan dan nilai transaksi yang dapat dihasilkan.
Potensi transaksi Rp12,8 miliar dan sekitar 1.582 wisatawan dari Sales Mission Pune menjadi bagian dari rangkaian upaya memperkuat pasar India sepanjang 2026. Kemenpar berencana mempertahankan kolaborasi dengan agen perjalanan, operator tur, maskapai, platform perjalanan daring, serta pelaku industri lainnya agar Wonderful Indonesia semakin kuat dalam pilihan perjalanan masyarakat India. Destinasi seperti Bali tetap menjadi pintu utama, tetapi pemerintah ingin minat wisatawan berkembang menuju Yogyakarta, Lombok, Danau Toba, Labuan Bajo, Raja Ampat, dan berbagai kawasan lainnya. Perluasan tersebut diharapkan meningkatkan lama tinggal sekaligus memperbesar manfaat ekonomi yang diterima pelaku pariwisata di berbagai daerah. Penguatan jaringan bisnis juga menjadi cara untuk memastikan produk Indonesia tersedia secara konsisten di pasar India, bukan hanya ketika kegiatan promosi berlangsung. Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap pertumbuhan kunjungan wisatawan India dapat terus dijaga sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan pariwisata di kawasan Asia.





