Jakarta, 9 September 2026 – Aktris senior Diah Permatasari masih mencuri perhatian lewat penampilannya yang bugar dan segar ketika memasuki usia 55 tahun. Pemeran Mariam dalam Si Manis Jembatan Ancol tersebut mengungkap bahwa tidak ada rahasia rumit di balik penampilannya, melainkan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Ia mengandalkan pengaturan pola makan, aktivitas fisik, serta menjaga kondisi pikiran agar tetap positif. Diah juga tidak berusaha menyangkal perubahan fisik yang datang bersama bertambahnya usia dan menyadari dirinya kini memiliki kerutan. Baginya, mempertahankan kesehatan dan kebugaran menjadi prioritas yang lebih penting dibandingkan sekadar mengejar penampilan yang terlihat jauh lebih muda.
Salah satu kebiasaan yang masih dijalankan Diah adalah intermittent fasting atau pola makan dengan membatasi waktu makan dalam periode tertentu. Metode tersebut bukan sesuatu yang baru baginya karena telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Diah sebelumnya pernah menjalankan pola puasa sekitar 18 jam dengan jendela makan selama enam jam, meskipun pola tersebut tentu dapat disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing. Pengaturan waktu makan tersebut kemudian dipadukan dengan perhatian terhadap jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Konsistensi menjaga pola makan menjadi salah satu bagian yang menurut Diah membantunya mempertahankan kondisi tubuh hingga sekarang.
Olahraga menjadi kebiasaan lain yang tidak dipisahkan dari keseharian Diah, tetapi ia kini memilih menjalankannya tanpa memaksakan diri. Aktivitas seperti berjalan atau berlari menggunakan treadmill dan berenang menjadi pilihan yang dapat dilakukannya di rumah. Prinsip yang diterapkan cukup sederhana, yakni memastikan tubuh tetap bergerak secara rutin daripada mengejar latihan dengan intensitas terlalu tinggi. Pendekatan tersebut memungkinkan aktivitas fisik dilakukan secara konsisten tanpa menjadikannya sebagai beban. Kebiasaan aktif sebenarnya telah melekat pada Diah sejak muda karena dirinya memang menyukai berbagai jenis olahraga dan kegiatan yang membuat tubuh terus bergerak.
Pada periode sebelumnya, rutinitas olahraga Diah bahkan cukup beragam mulai dari latihan beban, latihan perut, kardio, berlari, bersepeda, aerobik, berenang hingga yoga. Ia memiliki fasilitas olahraga di rumah sehingga dapat menyesuaikan waktu latihan dengan kegiatan sehari-hari. Diah pernah membiasakan diri berlari pada pagi hari dan menggunakan berbagai latihan untuk mempertahankan kekuatan otot serta stamina. Namun, memasuki usia 55 tahun, ia menegaskan olahraga tidak harus dilakukan secara berlebihan untuk memberikan manfaat. Hal terpenting menurutnya adalah tetap mempunyai aktivitas fisik dan mempertahankan kebiasaan bergerak sesuai kemampuan tubuh.
Perhatian terhadap makanan turut melengkapi aktivitas fisik tersebut. Diah selama ini berusaha memilih makanan yang dinilainya lebih dibutuhkan tubuh dan mengurangi makanan yang kurang mendukung pola hidup sehat, termasuk gorengan. Ia memperhatikan keseimbangan asupan yang mencakup karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat serta menyukai makanan seperti salad. Dalam memasak, Diah juga pernah mengungkapkan menggunakan minyak zaitun sebagai bagian dari kebiasaannya mengatur makanan. Kombinasi pola makan dan olahraga itu dijalankan bukan semata-mata untuk mempertahankan bentuk tubuh, tetapi terutama karena dirinya ingin menjalani kehidupan yang sehat dalam jangka panjang.
Selain faktor fisik, Diah menempatkan kebahagiaan dan kesehatan mental sebagai bagian penting dari cara dirinya menjaga kebugaran. Ia berusaha menjalani kehidupan dengan perasaan bahagia, tetap menjadi dirinya sendiri, dan tidak terlalu terbebani oleh tuntutan untuk selalu terlihat sempurna. Kehadiran keluarga, termasuk kedua anaknya, disebut turut membuat dirinya merasa lebih muda dan bahagia. Aktivitas sehat bahkan terkadang dilakukan bersama anak-anak, seperti berolahraga di pusat kebugaran maupun menikmati waktu makan bersama. Bagi Diah, kondisi mental yang baik dan tubuh yang aktif merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam mempertahankan kualitas hidup.
Menariknya, penampilan Diah yang kerap mendapat pujian tidak membuat dirinya tergoda menjalani berbagai prosedur kecantikan secara berlebihan. Ia mengaku tidak mempunyai anggaran khusus setiap bulan untuk melakukan perawatan wajah di klinik dan hanya menjalani facial ketika merasa memang membutuhkannya. Diah juga memilih tidak mengikuti tren seperti tarik benang maupun operasi plastik untuk mempertahankan penampilannya. Pilihan tersebut membuat dirinya lebih nyaman menjalani proses penuaan secara alami tanpa harus mengubah bentuk wajah secara drastis. Dukungan suami terhadap penampilan naturalnya turut membuat Diah merasa tidak perlu melakukan tindakan medis yang menurutnya belum dibutuhkan.
Perubahan usia justru membuat Diah mulai melakukan penyesuaian terhadap gaya penampilannya ketika berada di depan publik. Ia menyadari terdapat perubahan pada wajah dan tubuh, termasuk munculnya kerutan yang dianggap sebagai bagian alami dari perjalanan usia. Gaya berpakaian juga mulai disesuaikan agar memberikan kesan lebih matang dan berwibawa dibandingkan ketika dirinya masih muda. Namun, perhatian terhadap penampilan tetap dipertahankan karena bagi Diah menjaga kerapian dapat membantu dirinya merasa nyaman dan percaya diri. Sikap tersebut menunjukkan bahwa konsep awet muda yang dijalaninya tidak berarti berusaha mempertahankan penampilan pada usia tertentu, melainkan tetap merawat diri sambil menerima perubahan yang terjadi.
Di usia 55 tahun, Diah Permatasari pada akhirnya menunjukkan bahwa kebugaran yang dimilikinya merupakan hasil dari kebiasaan yang dibangun secara konsisten dalam jangka panjang. Pengaturan pola makan, intermittent fasting, olahraga sesuai kemampuan, menjaga kebahagiaan, serta memilih perawatan wajah secara natural menjadi bagian dari rutinitas tersebut. Ia juga tidak menjadikan usia sebagai alasan untuk berhenti bergerak ataupun menjaga penampilan, tetapi tetap menyesuaikan aktivitas dengan kondisi tubuhnya sekarang. Pendekatan yang sederhana dan tidak berlebihan membuat gaya hidup tersebut relatif mudah dipertahankan dalam keseharian. Bagi Diah, tujuan akhirnya bukan sekadar terlihat awet muda, melainkan mempertahankan tubuh yang sehat, pikiran positif, dan kualitas hidup yang baik seiring bertambahnya usia.





