Jakarta, 16 September 2026 – Badan Komunikasi Pemerintah mengungkapkan pemerintah menyiapkan dua skema utama untuk memenuhi kebutuhan listrik di 10.068 dusun yang masih berada di wilayah pelosok Indonesia. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses energi sekaligus memastikan masyarakat di daerah terpencil dapat menikmati listrik secara lebih merata. Dua pendekatan yang disiapkan adalah memperluas jaringan listrik yang sudah tersedia dan membangun sistem pembangkit mandiri untuk wilayah yang sulit dijangkau jaringan utama. Pemilihan skema akan disesuaikan dengan kondisi geografis, jumlah penduduk, kebutuhan energi, serta jarak setiap dusun dari infrastruktur kelistrikan terdekat. Pemerintah menilai satu metode tidak dapat diterapkan secara seragam karena karakteristik wilayah Indonesia sangat beragam. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan rasio elektrifikasi hingga menjangkau permukiman yang selama ini belum memperoleh layanan memadai.
Skema pertama dilakukan melalui perluasan jaringan listrik menuju dusun yang masih memungkinkan terhubung dengan sistem kelistrikan PLN. Pembangunan dapat mencakup jaringan tegangan menengah, jaringan tegangan rendah, gardu distribusi, serta sambungan menuju rumah masyarakat. Pendekatan ini terutama digunakan untuk wilayah yang jaraknya relatif dekat dengan jaringan eksisting. Pemerintah akan melakukan pemetaan agar pembangunan jaringan dapat dilakukan secara efisien dan sesuai kebutuhan. Kondisi jalan dan akses menuju permukiman juga menjadi pertimbangan karena memengaruhi pengangkutan material. Dengan perluasan jaringan, masyarakat nantinya dapat memperoleh layanan listrik melalui sistem yang telah tersedia di wilayah sekitarnya.
Skema kedua ditujukan bagi dusun yang secara geografis terlalu jauh atau sulit dijangkau jaringan utama. Pemerintah menyiapkan pembangunan pembangkit listrik berbasis sumber energi yang tersedia di masing-masing daerah. Energi surya menjadi salah satu pilihan karena dapat digunakan pada wilayah yang tidak memiliki akses langsung ke jaringan besar. Sistem tersebut dapat dilengkapi baterai untuk menyimpan energi sehingga listrik tetap tersedia ketika matahari tidak bersinar. Sumber energi lokal lainnya juga dapat dipertimbangkan berdasarkan potensi setiap wilayah. Pendekatan pembangkit mandiri diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat di pulau kecil, pegunungan, pedalaman, maupun kawasan dengan akses transportasi terbatas.
Pemetaan terhadap 10.068 dusun menjadi tahapan penting sebelum pembangunan dilakukan. Pemerintah perlu mengetahui jumlah rumah tangga, fasilitas umum, sekolah, pusat kesehatan, serta kegiatan ekonomi yang membutuhkan pasokan listrik. Data tersebut digunakan untuk menghitung kapasitas pembangkit atau jaringan yang harus disediakan. Pemerintah juga harus memastikan infrastruktur yang dibangun dapat memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik dalam beberapa tahun mendatang. Dengan perencanaan yang tepat, fasilitas tidak hanya mampu melayani kebutuhan dasar saat pertama kali beroperasi. Kapasitas yang memadai juga dapat membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat.
Tantangan elektrifikasi di wilayah pelosok tidak hanya berkaitan dengan pembangunan pembangkit atau jaringan. Kondisi geografis Indonesia membuat distribusi material dan peralatan membutuhkan biaya serta waktu lebih besar dibandingkan pembangunan di kawasan perkotaan. Beberapa dusun hanya dapat dijangkau melalui jalur laut, sungai, atau perjalanan darat dengan kondisi terbatas. Infrastruktur yang telah dibangun juga membutuhkan pemeliharaan agar dapat beroperasi dalam jangka panjang. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan dukungan teknis serta petugas yang mampu melakukan perawatan. Keberlanjutan layanan menjadi bagian penting agar masyarakat tidak hanya memperoleh listrik pada tahap awal program.
Akses listrik diharapkan memberikan dampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Rumah tangga dapat menggunakan penerangan yang lebih baik dan mengakses perangkat komunikasi maupun informasi. Sekolah dapat memperluas pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, sementara fasilitas kesehatan memiliki dukungan energi untuk peralatan medis dan penyimpanan obat. Listrik juga dapat digunakan untuk kegiatan produksi masyarakat, termasuk pengolahan hasil pertanian, perikanan, dan usaha skala kecil. Aktivitas ekonomi yang sebelumnya terbatas pada siang hari dapat berlangsung lebih lama. Dampak tersebut membuat elektrifikasi tidak hanya dipandang sebagai pembangunan infrastruktur energi.
Pemerintah juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan dalam pembangunan sistem listrik untuk kawasan terpencil. Penggunaan sumber energi lokal dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar yang harus dikirim dari daerah lain. Hal tersebut penting karena biaya transportasi bahan bakar menuju wilayah terpencil dapat menjadi sangat tinggi. Pembangkit berbasis energi terbarukan juga dapat disesuaikan dengan skala kebutuhan masyarakat. Namun, pembangunan tetap membutuhkan sistem penyimpanan energi, perawatan, dan pengelolaan yang memadai. Kesiapan masyarakat serta operator lokal menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlanjutan sistem.
Pelaksanaan program membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, serta masyarakat setempat. Pemerintah daerah memiliki peran dalam memastikan data mengenai dusun yang belum berlistrik tetap akurat. PLN dapat menentukan wilayah yang secara teknis memungkinkan dijangkau melalui perluasan jaringan. Untuk lokasi yang tidak memungkinkan, pembangunan pembangkit mandiri dapat menjadi alternatif. Masyarakat juga perlu dilibatkan dalam menjaga fasilitas dan melaporkan gangguan yang terjadi. Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat penyelesaian elektrifikasi di daerah yang selama ini sulit dijangkau.
Dua skema pemenuhan listrik bagi 10.068 dusun menunjukkan pemerintah berupaya menggunakan pendekatan yang berbeda sesuai karakteristik setiap wilayah. Perluasan jaringan akan diprioritaskan untuk kawasan yang masih dapat dijangkau sistem kelistrikan, sedangkan pembangkit mandiri digunakan bagi wilayah dengan tantangan geografis lebih besar. Pemerintah selanjutnya perlu memastikan pembangunan berjalan berdasarkan data yang akurat dan disertai sistem pemeliharaan jangka panjang. Elektrifikasi diharapkan tidak berhenti pada pemasangan infrastruktur, tetapi mampu menyediakan pasokan listrik yang stabil bagi masyarakat. Dengan akses energi yang lebih baik, layanan pendidikan, kesehatan, komunikasi, dan kegiatan ekonomi di wilayah pelosok diharapkan ikut berkembang. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkecil kesenjangan akses listrik antara kawasan perkotaan dan daerah terpencil.






